9 Muharram 1446 H | Selasa, 16 Juli 2024
×
Hari ini Sidang Perdana Praperadilan Eddy Hiariej Melawan KPK Digelar, Namun KPK Dipastikan Absen
hukum | Senin, 11 Desember 2023 | 11:03:46 WIB
Editor : Budi Harjo | Penulis : Dedy
Eks Wakil Mentri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiariej alias Eddy Hiariej

Jakarta, (Supernews)- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipastikan tidak menghadiri sidang perdana gugatan praperadilan yang diajukan mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej alias Eddy Hiariej.

Eddy Hiariej mengajukan praperadilan bersama dua orang dekatnya, Yosi Andika Mulyadi dan Yogi Arie Rukmana. Sidang praperadilan sedianya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada hari ini Senin, 11 Desember 2023.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan bahwa alasan pihaknya absen dari persidangan lantaran sedang menyiapkan kelengkapan dokumen.

"Tim biro hukum sudah berkirim surat kepada hakim. Masih menyiapkan kelengkapan dokumen dan tim juga ada agenda lain sidang di luar Jakarta," kata Ali dalam keterangannya.

Ali memastikan, setelah itu, pihaknya akan hadir dan siap memberikan jawaban dan tanggapan permohonan praperadilan yang diajukan Eddy Hiariej cs.

"Segera setelahnya kami hadir dan siap berikan jawaban dan tanggapan permohonan gugatan praper dimaksud," kata Ali.

Diketahui, Eddy Hiariej bersama Yosi dan Yogi mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, pada Senin 4 Desember 2023.

Mereka menggugat KPK atas penetapan tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi. Permohonan teregister dengan nomor perkara: 134/Pid.Pra/2023/PN JKT.SEL dan akan diadili oleh hakim tunggal Estiono.

Dalam kasusnya, Eddy Hiariej bersama tiga orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi oleh KPK. Ketiga tersangka lainnya yakni Yosi Andika Mulyadi, Yogi Arie Rukmana dan Direktur Utama PT Citra Lampia Mandiri (CLM) Helmut Hermawan.

Eddy Hiariej diduga menerima uang suap senilai Rp8 miliar dari Helmut Hermawanyang disalurkan melalui rekening bank milik Yogi dan Yosi.

KPK merinci, Eddy Hiariej diduga menerima uaang sebesar Rp4 miliar dari Helmut untuk membantu menyelesaikan sengketa kepemilikan PT CLM.

Selain itu, Eddy juga diduga menerima Rp3 miliar karena membantu menghentikan penanganan kasus yang menjerat Helmut di Bareskrim Polri.

Tak hanya itu, Helmut juga memberikan uang sekitar Rp 1 miliar kepada Eddy agar membuka pemblokiran PT CLM dalam sistem administrasi badan hukum (SABH) Kemenkumham. Uang itu digunakan Eddy untuk maju dalam pencalonan ketua Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti).**

Index
NasDem Usung H Bistamam - Jhony Charles Bertarung di Rokan Hilir 
Wisatawan Tujuan Siak Semakin Bijak Dalam Memilih Bus Pariwisata
52 Kendaraan Pelanggar ODOL Diberi Sanksi, Satu Travel Ilegal Diamankan
Kaget Sekaligus Kagumi Hasil Kerajinan Tangan Penghuni Panti
Menjadi Calon Paskibraka Terpilih Tingkat Pusat, Juara Tilawah MTQ TNI AU Ini Sujud Syukur
Terancam Merugi Pengusaha Ekspedisi Sembako Berharap Tambahan Kapal Roro
Dua Unit Bus Para Wisatawan Tradisi Bakar Tongkang Tak Laik Jalan
89 Tilang Dilayangkan Dalam Kolaborasi BPTD Riau dan Polres Kampar
20 Juli 2024, Mubes Perdana Kerukunan Keluarga Sumatera Barat
Ambil Formulir Pendaftaran, DHL Siap Pimpin AFP Riau 
Snow Snow
Snow Snow


daerah
Wisatawan Tujuan Siak Semakin Bijak Dalam Memilih Bus Pariwisata
52 Kendaraan Pelanggar ODOL Diberi Sanksi, Satu Travel Ilegal Diamankan
Kaget Sekaligus Kagumi Hasil Kerajinan Tangan Penghuni Panti
89 Tilang Dilayangkan Dalam Kolaborasi BPTD Riau dan Polres Kampar
Index
Mau Sewa Bus Pariwisata? Ini Kata Kepala BPTD Kelas II Riau!
Agar Bus Pariwisata Utamakan Keselamatan, Akan Dilakukan Pemeriksaan Tiap Minggu
Tak Ada Toleransi Lagi, Petugas Akan Kandangkan Kendaraan Pelanggar 
Mulai 1 Juni 2024 Bandara SSK II Layani Penerbangan Baru Super Air Jet Tujuan Medan
Alhamdulillah! Akhirnya Mendikbudristek Batalkan Kenaikan UKT
Waspadalah! Banyak Bus Pariwisata Tak Berizin Beroperasi di Riau
SSK II Layani 3.372 Jamaah Calon Haji Dalam 23 Penerbangan
PT KPI Unit Dumai Gelar Priority Bin Goes to School di SMKN 5 Dumai
Temukan Bus Pariwisata Tak Berizin Membawa Wisatawan, BPTD Kelas II Riau Tegur Pemilik Kendaraan
Kilang Pertamina Dumai Dorong Transformasi Pemanfaatan Gambut Go Global
Politik
NasDem Usung H Bistamam - Jhony Charles Bertarung di Rokan Hilir 
Final! Untuk Pilwako Pekanbaru, Partai Golkar Mantap Usung Rahmansyah
Usung Program Pekanbaru Menuju Metropolitan, Kordias Mendaftar di Empat Partai
Buka Pendaftaran Calon Kepala Daerah, DPW PKB Riau Terbuka Bagi Siapa Saja
Snow Snow
Snow Snow


ekonomi
Mulai 1 Juni 2024 Bandara SSK II Layani Penerbangan Baru Super Air Jet Tujuan Medan
SSK II Layani 3.372 Jamaah Calon Haji Dalam 23 Penerbangan
PT KPI Unit Dumai Gelar Priority Bin Goes to School di SMKN 5 Dumai
Kilang Pertamina Dumai Dorong Transformasi Pemanfaatan Gambut Go Global
Hukum
Hari ini Sidang Perdana Praperadilan Eddy Hiariej Melawan KPK Digelar, Namun KPK Dipastikan Absen
Lima Perwira Polisi Yang Turut Terjerat di Kasus Ferdy Sambo Kembali Ditugaskan Kapolri, Berikut Daftarnya
Polri Akui 'Kebanjiran' Laporan Aduan Fitnah Jelang Pemilu 2024
Kapolri Lakukan Mutasi Besar-besaran Mulai Dari Jabatan Kapolda Hingga Promosi 4 Polwan
Nasional
Menjadi Calon Paskibraka Terpilih Tingkat Pusat, Juara Tilawah MTQ TNI AU Ini Sujud Syukur
Terancam Merugi Pengusaha Ekspedisi Sembako Berharap Tambahan Kapal Roro
Dua Unit Bus Para Wisatawan Tradisi Bakar Tongkang Tak Laik Jalan
Agar Bus Pariwisata Utamakan Keselamatan, Akan Dilakukan Pemeriksaan Tiap Minggu

internasional
 16.000 Warga Palestina Jadi Korban, WHO Tegaskan Kondisi di Gaza Semakin Memburuk Setiap Jamnya
Tolak Hamas Berkuasa di Gaza, Wakil Presiden Amerika Kritisi Banyaknya Warga Palestina Yang Tewas
Israel dan Hamas Perpanjang Gencatan Senjata
Israel dan Hamas Perpanjang Gencatan Senjata

Kamis, 30 November 2023 | 13:41:36 WIB
Desak PBB, UNICEF Tegaskan Jalur Gaza Adalah Tempat Paling Berbahaya di Dunia Bagi Anak-anak
olahraga
Ambil Formulir Pendaftaran, DHL Siap Pimpin AFP Riau 
757 Kepri Jaya Pastikan Diri Lolos Babak 16 Besar Bersama 11 Klub
Lolos ke Babak 32 Besar, Pelatih 757 Kepri Jaya Evaluasi Anak Asuhnya
Soal VAR, Bukan Bermaksud Menggugat...
Soal VAR, Bukan Bermaksud Menggugat...
Rabu, 1 Mei 2024 | 18:53:47 WIB

Popular
News Popular
Politik
Ekonomi
Hukum
Nasional
Daerah
Hari ini Sidang Perdana Praperadilan Eddy Hiariej Melawan KPK Digelar, Namun KPK Dipastikan Absen
hukum | Senin, 11 Desember 2023 | 11:03:46 WIB
Editor : Budi Harjo | Penulis : Dedy
Eks Wakil Mentri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiariej alias Eddy Hiariej

Jakarta, (Supernews)- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipastikan tidak menghadiri sidang perdana gugatan praperadilan yang diajukan mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej alias Eddy Hiariej.

Eddy Hiariej mengajukan praperadilan bersama dua orang dekatnya, Yosi Andika Mulyadi dan Yogi Arie Rukmana. Sidang praperadilan sedianya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada hari ini Senin, 11 Desember 2023.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan bahwa alasan pihaknya absen dari persidangan lantaran sedang menyiapkan kelengkapan dokumen.

"Tim biro hukum sudah berkirim surat kepada hakim. Masih menyiapkan kelengkapan dokumen dan tim juga ada agenda lain sidang di luar Jakarta," kata Ali dalam keterangannya.

Ali memastikan, setelah itu, pihaknya akan hadir dan siap memberikan jawaban dan tanggapan permohonan praperadilan yang diajukan Eddy Hiariej cs.

"Segera setelahnya kami hadir dan siap berikan jawaban dan tanggapan permohonan gugatan praper dimaksud," kata Ali.

Diketahui, Eddy Hiariej bersama Yosi dan Yogi mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, pada Senin 4 Desember 2023.

Mereka menggugat KPK atas penetapan tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi. Permohonan teregister dengan nomor perkara: 134/Pid.Pra/2023/PN JKT.SEL dan akan diadili oleh hakim tunggal Estiono.

Dalam kasusnya, Eddy Hiariej bersama tiga orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi oleh KPK. Ketiga tersangka lainnya yakni Yosi Andika Mulyadi, Yogi Arie Rukmana dan Direktur Utama PT Citra Lampia Mandiri (CLM) Helmut Hermawan.

Eddy Hiariej diduga menerima uang suap senilai Rp8 miliar dari Helmut Hermawanyang disalurkan melalui rekening bank milik Yogi dan Yosi.

KPK merinci, Eddy Hiariej diduga menerima uaang sebesar Rp4 miliar dari Helmut untuk membantu menyelesaikan sengketa kepemilikan PT CLM.

Selain itu, Eddy juga diduga menerima Rp3 miliar karena membantu menghentikan penanganan kasus yang menjerat Helmut di Bareskrim Polri.

Tak hanya itu, Helmut juga memberikan uang sekitar Rp 1 miliar kepada Eddy agar membuka pemblokiran PT CLM dalam sistem administrasi badan hukum (SABH) Kemenkumham. Uang itu digunakan Eddy untuk maju dalam pencalonan ketua Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti).**

TERKINI

Partai NasDem memberikan kejutan, tepat hari ini 9 Juli 2024, DPP Partai NasDem melalui Bapilu.

Selasa, 9 Juli 2024 | 14:30:33 WIB
Jajaran BPTD Kelas II Riau terus memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait bus.
Senin, 8 Juli 2024 | 12:57:40 WIB
Petugas gabungan memberi sanksi kepada 52 kendaraan yang diduga ODOL, dalam Operasi Penegakan Hukum.
Jumat, 5 Juli 2024 | 07:48:55 WIB

Mendapat kejutan berupa kerajinan tangan karya penghuni Panti Tresna Werdha, rombongan Dharma.

Kamis, 27 Juni 2024 | 15:45:11 WIB

Siswa Kelas XI MAN 2 Model Pekanbaru ini bernama lengkap Muhammad Radoslaw Larre Prawiro,.

Rabu, 26 Juni 2024 | 20:55:26 WIB