9 Muharram 1446 H | Selasa, 16 Juli 2024
×
Polri Akui 'Kebanjiran' Laporan Aduan Fitnah Jelang Pemilu 2024
hukum | Jumat, 8 Desember 2023 | 17:33:00 WIB
Editor : Deddy | Penulis : Prabaswara
Kabaharkam Polri Komjen Pol. Fadil Imran

Jakarta, Supernews - Polri mengakui, banyak laporan aduan terkait Pemilu 2024 masuk ke Instansi Tribrata. Rata-rata laporan yang bersinggungan dengan Pemilu 2024 itu, bersifat dugaan fitnah.

Kabaharkam Polri Komjen Pol. Fadil Imran mengatakan, lembaganya tidak pandang bulu jika menerima laporan kejahatan terkait pemilu. Terutama, laporan kejaharan yang bersifat memecah belah bangsa.

"Kalau sifatnya fitnah, itu bisa melalui difasilitasi atau dimediasi. Kalau dia kejahatannya bersifat memecah belah dengan menggunakan identitas sosial, itu pidana murni, tidak bisa negosiasi," kata Fadil dalam keterangan persnya, di Jakarta, Jumat (8/12/2023).

Kemudian, Fadil menyinggung, perbedaan antara kebebasan berpendapat dan tindakan pidana. "Tapi kalau kebebasan menyampaikan pendapat saya kira, kita rasa freedom of speech dan pidana kelihatan, kok," ucap Fadil.

Sementara, Menkominfo Budi Arie Setiadi mengatakan, pemilih Pemilu 2024 yang cerdas harus mampu menjaga ruang digital tetap sehat. Ruang digital tersebut, jangan sampai dihiasi hate speech, berita bohong, hingga kampanye hitam.

"Sebagai upaya menyukseskan Pemilu 2024, KPU telah menetapkan narasi besar pemilu sebagai sarana integrasi bangsa. Guna mendukung narasi tersebut, Kominfo juga mendorong kampanye Pemilu damai 2024," kata Menkominfo dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu (7/12/2023).

Menkominfo mengungkapkan, narasi Pemilu 2024 damai berfokus pada pesan menggunakan hak pemilih dan dipilih. Atas dasar itulah, diharapkannya pemilih dapat cerdas dan menjaga ruang digital agar tetap kondusif.

"Maka dari itu, saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia bersama-sama meningkatkan literasi digital. Dan, tidak begitu saja percaya akan suatu berita, apalagi ikut andil dalam menyebarkan hoaks," ucap Menkominfo.

Kemudian, Menkominfo menegaskan, persoalan disinformasi tentang kepemiluan perlu diwaspadai dan diantisipasi. Karena, berdasarkan data Kemenkominfo, 42 persen publik mempercayai terhadap disinformasi terkait pemilu.

"Tantangan ini bukan tanpa alasan, dengan data, 42 persen publik Indonesia percaya disinformasi seputar pemilu. Jadi, apabila tidak diantisipasi, kekacauan informasi dapat menghasilkan polarisasi dan berdampak pada kepercayaan terhadap demokrasi, institusi penyelenggara pemilu," ujar Menkominfo.**

Index
NasDem Usung H Bistamam - Jhony Charles Bertarung di Rokan Hilir 
Wisatawan Tujuan Siak Semakin Bijak Dalam Memilih Bus Pariwisata
52 Kendaraan Pelanggar ODOL Diberi Sanksi, Satu Travel Ilegal Diamankan
Kaget Sekaligus Kagumi Hasil Kerajinan Tangan Penghuni Panti
Menjadi Calon Paskibraka Terpilih Tingkat Pusat, Juara Tilawah MTQ TNI AU Ini Sujud Syukur
Terancam Merugi Pengusaha Ekspedisi Sembako Berharap Tambahan Kapal Roro
Dua Unit Bus Para Wisatawan Tradisi Bakar Tongkang Tak Laik Jalan
89 Tilang Dilayangkan Dalam Kolaborasi BPTD Riau dan Polres Kampar
20 Juli 2024, Mubes Perdana Kerukunan Keluarga Sumatera Barat
Ambil Formulir Pendaftaran, DHL Siap Pimpin AFP Riau 
Snow Snow
Snow Snow


daerah
Wisatawan Tujuan Siak Semakin Bijak Dalam Memilih Bus Pariwisata
52 Kendaraan Pelanggar ODOL Diberi Sanksi, Satu Travel Ilegal Diamankan
Kaget Sekaligus Kagumi Hasil Kerajinan Tangan Penghuni Panti
89 Tilang Dilayangkan Dalam Kolaborasi BPTD Riau dan Polres Kampar
Index
Mau Sewa Bus Pariwisata? Ini Kata Kepala BPTD Kelas II Riau!
Agar Bus Pariwisata Utamakan Keselamatan, Akan Dilakukan Pemeriksaan Tiap Minggu
Tak Ada Toleransi Lagi, Petugas Akan Kandangkan Kendaraan Pelanggar 
Mulai 1 Juni 2024 Bandara SSK II Layani Penerbangan Baru Super Air Jet Tujuan Medan
Alhamdulillah! Akhirnya Mendikbudristek Batalkan Kenaikan UKT
Waspadalah! Banyak Bus Pariwisata Tak Berizin Beroperasi di Riau
SSK II Layani 3.372 Jamaah Calon Haji Dalam 23 Penerbangan
PT KPI Unit Dumai Gelar Priority Bin Goes to School di SMKN 5 Dumai
Temukan Bus Pariwisata Tak Berizin Membawa Wisatawan, BPTD Kelas II Riau Tegur Pemilik Kendaraan
Kilang Pertamina Dumai Dorong Transformasi Pemanfaatan Gambut Go Global
Politik
NasDem Usung H Bistamam - Jhony Charles Bertarung di Rokan Hilir 
Final! Untuk Pilwako Pekanbaru, Partai Golkar Mantap Usung Rahmansyah
Usung Program Pekanbaru Menuju Metropolitan, Kordias Mendaftar di Empat Partai
Buka Pendaftaran Calon Kepala Daerah, DPW PKB Riau Terbuka Bagi Siapa Saja
Snow Snow
Snow Snow


ekonomi
Mulai 1 Juni 2024 Bandara SSK II Layani Penerbangan Baru Super Air Jet Tujuan Medan
SSK II Layani 3.372 Jamaah Calon Haji Dalam 23 Penerbangan
PT KPI Unit Dumai Gelar Priority Bin Goes to School di SMKN 5 Dumai
Kilang Pertamina Dumai Dorong Transformasi Pemanfaatan Gambut Go Global
Hukum
Hari ini Sidang Perdana Praperadilan Eddy Hiariej Melawan KPK Digelar, Namun KPK Dipastikan Absen
Lima Perwira Polisi Yang Turut Terjerat di Kasus Ferdy Sambo Kembali Ditugaskan Kapolri, Berikut Daftarnya
Polri Akui 'Kebanjiran' Laporan Aduan Fitnah Jelang Pemilu 2024
Kapolri Lakukan Mutasi Besar-besaran Mulai Dari Jabatan Kapolda Hingga Promosi 4 Polwan
Nasional
Menjadi Calon Paskibraka Terpilih Tingkat Pusat, Juara Tilawah MTQ TNI AU Ini Sujud Syukur
Terancam Merugi Pengusaha Ekspedisi Sembako Berharap Tambahan Kapal Roro
Dua Unit Bus Para Wisatawan Tradisi Bakar Tongkang Tak Laik Jalan
Agar Bus Pariwisata Utamakan Keselamatan, Akan Dilakukan Pemeriksaan Tiap Minggu

internasional
 16.000 Warga Palestina Jadi Korban, WHO Tegaskan Kondisi di Gaza Semakin Memburuk Setiap Jamnya
Tolak Hamas Berkuasa di Gaza, Wakil Presiden Amerika Kritisi Banyaknya Warga Palestina Yang Tewas
Israel dan Hamas Perpanjang Gencatan Senjata
Israel dan Hamas Perpanjang Gencatan Senjata

Kamis, 30 November 2023 | 13:41:36 WIB
Desak PBB, UNICEF Tegaskan Jalur Gaza Adalah Tempat Paling Berbahaya di Dunia Bagi Anak-anak
olahraga
Ambil Formulir Pendaftaran, DHL Siap Pimpin AFP Riau 
757 Kepri Jaya Pastikan Diri Lolos Babak 16 Besar Bersama 11 Klub
Lolos ke Babak 32 Besar, Pelatih 757 Kepri Jaya Evaluasi Anak Asuhnya
Soal VAR, Bukan Bermaksud Menggugat...
Soal VAR, Bukan Bermaksud Menggugat...
Rabu, 1 Mei 2024 | 18:53:47 WIB

Popular
News Popular
Politik
Ekonomi
Hukum
Nasional
Daerah
Polri Akui 'Kebanjiran' Laporan Aduan Fitnah Jelang Pemilu 2024
hukum | Jumat, 8 Desember 2023 | 17:33:00 WIB
Editor : Deddy | Penulis : Prabaswara
Kabaharkam Polri Komjen Pol. Fadil Imran

Jakarta, Supernews - Polri mengakui, banyak laporan aduan terkait Pemilu 2024 masuk ke Instansi Tribrata. Rata-rata laporan yang bersinggungan dengan Pemilu 2024 itu, bersifat dugaan fitnah.

Kabaharkam Polri Komjen Pol. Fadil Imran mengatakan, lembaganya tidak pandang bulu jika menerima laporan kejahatan terkait pemilu. Terutama, laporan kejaharan yang bersifat memecah belah bangsa.

"Kalau sifatnya fitnah, itu bisa melalui difasilitasi atau dimediasi. Kalau dia kejahatannya bersifat memecah belah dengan menggunakan identitas sosial, itu pidana murni, tidak bisa negosiasi," kata Fadil dalam keterangan persnya, di Jakarta, Jumat (8/12/2023).

Kemudian, Fadil menyinggung, perbedaan antara kebebasan berpendapat dan tindakan pidana. "Tapi kalau kebebasan menyampaikan pendapat saya kira, kita rasa freedom of speech dan pidana kelihatan, kok," ucap Fadil.

Sementara, Menkominfo Budi Arie Setiadi mengatakan, pemilih Pemilu 2024 yang cerdas harus mampu menjaga ruang digital tetap sehat. Ruang digital tersebut, jangan sampai dihiasi hate speech, berita bohong, hingga kampanye hitam.

"Sebagai upaya menyukseskan Pemilu 2024, KPU telah menetapkan narasi besar pemilu sebagai sarana integrasi bangsa. Guna mendukung narasi tersebut, Kominfo juga mendorong kampanye Pemilu damai 2024," kata Menkominfo dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu (7/12/2023).

Menkominfo mengungkapkan, narasi Pemilu 2024 damai berfokus pada pesan menggunakan hak pemilih dan dipilih. Atas dasar itulah, diharapkannya pemilih dapat cerdas dan menjaga ruang digital agar tetap kondusif.

"Maka dari itu, saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia bersama-sama meningkatkan literasi digital. Dan, tidak begitu saja percaya akan suatu berita, apalagi ikut andil dalam menyebarkan hoaks," ucap Menkominfo.

Kemudian, Menkominfo menegaskan, persoalan disinformasi tentang kepemiluan perlu diwaspadai dan diantisipasi. Karena, berdasarkan data Kemenkominfo, 42 persen publik mempercayai terhadap disinformasi terkait pemilu.

"Tantangan ini bukan tanpa alasan, dengan data, 42 persen publik Indonesia percaya disinformasi seputar pemilu. Jadi, apabila tidak diantisipasi, kekacauan informasi dapat menghasilkan polarisasi dan berdampak pada kepercayaan terhadap demokrasi, institusi penyelenggara pemilu," ujar Menkominfo.**

TERKINI

Partai NasDem memberikan kejutan, tepat hari ini 9 Juli 2024, DPP Partai NasDem melalui Bapilu.

Selasa, 9 Juli 2024 | 14:30:33 WIB
Jajaran BPTD Kelas II Riau terus memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait bus.
Senin, 8 Juli 2024 | 12:57:40 WIB
Petugas gabungan memberi sanksi kepada 52 kendaraan yang diduga ODOL, dalam Operasi Penegakan Hukum.
Jumat, 5 Juli 2024 | 07:48:55 WIB

Mendapat kejutan berupa kerajinan tangan karya penghuni Panti Tresna Werdha, rombongan Dharma.

Kamis, 27 Juni 2024 | 15:45:11 WIB

Siswa Kelas XI MAN 2 Model Pekanbaru ini bernama lengkap Muhammad Radoslaw Larre Prawiro,.

Rabu, 26 Juni 2024 | 20:55:26 WIB