
PROGRAM Makan Bergizi Gratis adalah program nasional yang dicanangkan langsung Presiden Prabowo, sekaligus realisasi janji kampanye beliau pada saat kontestasi Pilpres 2024 lalu.
Maka pada Februari 2025, pencanangan program nasional MBG menjadi bagian dari 8 (delapan) program Quick Win `Pemerintahan Presiden Prabowo diluncurkan ditengah kekhawatiran dan juga harapan masyarakat.
Berdasarkan Peraturan Presiden No. 83 tahun 2024, sebagai payung hukum program ini menyasar 11 kelompok penerima program makan bergizi gratis ini.
Bahkan tak tanggung-tanggung pada tahun 2025 lalu, ditargetkan program MBG akan menyasar 15-18 juta penerima manfaat.
Sebagaimana diharapkan kehadiran program ini memberikan dampak ekonomis secara meluas bagi masyarakat (multiplier effect) tidak saja bagi pengelola SPPG, namun juga pelaku usaha di sektor bahan pangan.
Faktanya, sejauh ini para pelaku usaha dari kelompok UMKM, sama sekali belum tersentuh sama sekali, sangat dirasakan adanya pengabaian terhadap kehadiran mereka oleh pengelola program ini.
Diamnya Badan Gizi Nasional semakin memperkuat pengabaian ini secara sepihak, sehingga pelaku usaha sektor bahan pangan merasa ditempatkan sebagai penonton di wilayah usahanya sendiri.
Terlebih ketika menyoroti fenomena tertutupnya ruang distribusi pasokan bagi pembudidaya atau petani sektor perikanan lokal.
Sebagaimana diketahui, saat ini para pengelola SPPG cenderung monoton dalam menata menu MBG-nya, dengan mengedepankan komoditas daging ayam dan telur.
Sehingga, dengan kondisi menu yang ada saat ini membuat variasi pasokan bahan pangan menjadi tak bervariasi, hanya sekelompok produsen bahan makanan pokok saja yang tersentuh.
Padahal, sangat disadari jika sasaran penerima program MBG adalah kelompok usia yang membutuhkan konsumsi makanan yang sarat dengan nutrisi dan protein.
Dalam hal ini, kebutuhan tersebut ada pada bahan pokok lainnya seperti ikan yang bisa diperoleh dari pelaku usaha pembudidaya perikanan.
Realitas inilah yang membuat program MBG ini hanya menjadi mimpi yang ditampilkan dalam sebuah seremonial di meja bundar menutup peluang pembudidaya untuk dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sebagai pondasi ekonomi negara.
Hal ini sangat dirasakan masyarakat Riau, tak terbendungnya inflasi karena Harga komoditi ayam yang naik begitu tajam menimbulkan kepanikan konsumen, pasar alami deflasi.
Dapur-dapur MBG berjalan tanpa arah yang jelas, penggunaan daging ayam sebagai menu makanan bergizi tidak diatur alias dibatasi setiap minggunya, padahal masih banyak bahan makanan seperti ikan yang kaya nutrisi tidak masuk dalam menu.
Beberapa survey mengungkapkan, ditemukan jika dapur MBG menetapkan menu ayam dua sampai empat kali dalam seminggu, sebuah pilihan yang sangat ironi, ketika Presiden bicara gizi, sementara pengelola di lapangan malah abai.
Sejauh ini kita mengetahui bahwa pembudidaya ayam potong dan petelur bukanlah bagian dari UMKM atau home industry, hampir seluruh pembudi daya ayam adalah korporasi yang bermodal besar.
Inilah fenomena yang terjadi di lapangan, saat ini pelaku usaha perikanan dari kelompok UMKM hanya bisa jadi penonton saja, tak tersentuh dampak langsung dari kebijakan yang dicanangkan.
Penulis justru melihat dampak positif yang diharapkan dari program ini, justru malah sebaliknya dan menimbulkan inflasi yang tak terbendung lagi.
Dalam hal ini tentunya para pemangku jabatan terkait dengan pengelolaan MBG segera mengantisipasi danmenata kembali menu MBG betul-betul yang bernutrisi dan variatif.
Dan yang terpenting kolaborasi dalam penetapan menu MBG yang berdampak memicu gairah ekonomi kerakyatan menjadi prioritas Utama. Hal ini tentunya mampu mencegah timbulnya inflasi yang disebabkan harga ayam potong.***
Penulis: Arman/Pengamat UMKM
DPP BKPRMI Buka Seleksi BKPRMI Award 2026 Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:20:00 WIB |
Belanja maksimal 17 Liter, Dapatkan Diskon Rp450 per Liter di SPBU, Minimal Transaksi Rp17.000 Senin, 17 Agustus 2026 | 10:55:58 WIB |
Giliran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Hadiahi Empat Penghargaan Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:41:10 WIB |
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Apresiasi Pelanggan Setia MyPertamina Lewat Aktivasi Menarik di SPBU Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:37:18 WIB |
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Hadirkan Promo Bright Gas Semarak Merdeka Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:00:00 WIB |
Patra Niaga Sumbagut Pastikan Kondisi SPBU Pelalawan Terkendali dan Pelayanan BBM Tetap Terjaga di SPBU Sekitar Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:10:04 WIB |
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Semarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia Melalui MyPertamina Berbagi Hadiah Kemerdekaan di 24 SPBU Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:09:55 WIB |
Patra Niaga Sumbagut Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat Terdampak Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:00:00 WIB |
DPW BKPRMI Riau Gelar GEBER MAS Gelombang I, Dapat Apresiasi Kemenag dan Masyarakat Senin, 10 Agustus 2026 | 16:32:47 WIB |
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Raih Predikat Platinum TSJL & CSR Award 2026, Bukti Nyata Komitmen Keberlanjutan Minggu, 9 Agustus 2026 | 21:00:00 WIB |
DPW BKPRMI Riau Gelar GEBER MAS Gelombang I, Dapat Apresiasi Kemenag dan Masyarakat Senin, 10 Agustus 2026 | 16:32:47 WIB |
Perpustakaan Soeman HS Masih Menjadi Pilihan Favorit Mahasiswa Selama Ramadhan Jumat, 27 Februari 2026 | 14:55:54 WIB |
Pimpin Konsolidasi Perdana DPP IPP, Muflihun Tegaskan Komitmen dan Program Strategis untuk Pekanbaru Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:43:00 WIB |
Kukuhkan Muflihun Sebagai Ketua Umum, Plt Gubri Tegaskan Ikatan Putera Pekanbaru Mitra Strategis Pembangunan Minggu, 8 Februari 2026 | 14:21:14 WIB |
Komitmen Nyata Kontribusi untuk Masyarakat Patra Niaga Sumbagut Sabet 7 Penghargaan ISRA 2026 Minggu, 9 Agustus 2026 | 06:54:01 WIB |
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Optimalkan Penyaluran BBM, Penuhi Kebutuhan Masyarakat Riau Kamis, 6 Agustus 2026 | 22:15:23 WIB |
Gerak Cepat Patra Niaga Sumbagut Salurkan Bantuan Masyarakat Terdampak Bencana Banjir di Padang Kamis, 6 Agustus 2026 | 20:36:18 WIB |
Kembangkan Pisang Cavendis di Pulau Birandang, Bupati Ahmad Yuzar Apresiasi Inisiatif Jefri Noer Selasa, 4 Agustus 2026 | 07:28:28 WIB |
Pastikan Keandalan Layanan SPBU Bersama Komisaris dan Direksi Pertamina Patra Niaga Jumat, 31 Juli 2026 | 12:00:00 WIB |
Umpan Serak Gaya Ali Riza Pahlevi Kandidat Dirut Jamkrida Riau Senin, 27 Juli 2026 | 17:31:53 WIB |
Patra Niaga Sumbagut Pastikan Pasokan BBM Tetap Terjaga di Aceh, Riau, dan Kepulauan Riau Senin, 20 Juli 2026 | 20:00:00 WIB |
Mulai 14 Juli 2026, Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga Bright Gas di Regional Sumbagut Senin, 20 Juli 2026 | 18:00:00 WIB |
Perkuat Edukasi Lingkungan Melalui Program SEKAR di Kawasan Pesisir Medan Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:00:00 WIB |
Distribusi BBM di Sumatera Utara Semakin Membaik, Patra Niaga Pastikan Pasokan Aman Jumat, 17 Juli 2026 | 12:00:00 WIB |
Jaring Aspirasi Warga RW 11, Hamdani Diminta Perjuangkan Pencegahan Banjir di Jalan Puyuh Mas Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:38:43 WIB |
Remaja Bernegara NasDem 2026 Dibuka, Latih Jiwa Kepemimpinan Generasi Muda Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:32:00 WIB |
Membludak! 389 Remaja Daftarkan Diri Ikut Remaja Bernegara Provinsi Riau, 6 Dari Luar Riau. Rabu, 11 Februari 2026 | 05:57:02 WIB |
Ahmad Doli Kurnia Figur Tepat Menjadi PLT Ketua DPD I Partai Golkar Riau Senin, 3 November 2025 | 13:31:11 WIB |
Belanja maksimal 17 Liter, Dapatkan Diskon Rp450 per Liter di SPBU, Minimal Transaksi Rp17.000 Senin, 17 Agustus 2026 | 10:55:58 WIB |
Giliran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Hadiahi Empat Penghargaan Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:41:10 WIB |
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Apresiasi Pelanggan Setia MyPertamina Lewat Aktivasi Menarik di SPBU Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:37:18 WIB |
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Hadirkan Promo Bright Gas Semarak Merdeka Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:00:00 WIB |
Marwas: Suruh Aja Orang Agrinas Tu Panggil CV Tiga Bintang Sinergi Jumat, 13 Maret 2026 | 15:20:25 WIB |
Ketika di Klarifikasi, Pimpinan BRI Yang Bersangkutan Justru Telah Dimutasi ke Wilayah Lain Selasa, 3 Maret 2026 | 13:57:09 WIB |
Pengucuran Kredit Bank BRI Ke Kelompok Tani di Pelalawan Sarat Kejanggalan Selasa, 24 Februari 2026 | 11:43:44 WIB |
PKS PAS Sitaan Satgas PKH Dijual, APHI Desak Kejagung Usut dan Tangkap Djohor Judin Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:31:52 WIB |
DPP BKPRMI Buka Seleksi BKPRMI Award 2026 Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:20:00 WIB |
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital dan Implementasi Kebijakan Media (BEJO'S) Bagi ASN-TNI-POLRI Kamis, 20 November 2025 | 11:00:47 WIB |
Program SIGAP Bentuk ASN Yang Tangguh dan Profesional Jumat, 14 November 2025 | 10:25:44 WIB |
Tiga Angkatan Sekaligus, Balai Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan Buka Diklat Dasar SAR Jumat, 17 Oktober 2025 | 19:06:54 WIB |
Enam Unit F-35 Lightning II RAAF Perkuat Elang Ausindo 2025 di Lanud Roesmin Nurjadin Kamis, 21 Agustus 2025 | 10:45:44 WIB |
16.000 Warga Palestina Jadi Korban, WHO Tegaskan Kondisi di Gaza Semakin Memburuk Setiap Jamnya Rabu, 6 Desember 2023 | 10:26:13 WIB |
Tolak Hamas Berkuasa di Gaza, Wakil Presiden Amerika Kritisi Banyaknya Warga Palestina Yang Tewas Senin, 4 Desember 2023 | 09:44:39 WIB |
Israel dan Hamas Perpanjang Gencatan Senjata Kamis, 30 November 2023 | 13:41:36 WIB |
Batalkan Musorprov, KONI Pusat Perpanjang Masa Jabatan Pengurus KONI Riau hingga September 2026 Selasa, 17 Maret 2026 | 14:04:01 WIB |
Tiga Anggota TPP Labrak Aturan dan Arahan KONI Pusat, Fahmi: Tindakan Mereka Ilegal!!! Kamis, 26 Februari 2026 | 14:05:07 WIB |
Kantongi Dukungan Tiga KONI, Rahmad Aidil Fitra - Ketua Umum HAPKIDO Riau Siap Pimpin KONI Riau Senin, 15 Desember 2025 | 08:50:20 WIB |
Tampil Tanpa Target, SSB All Stars U13 Tambah Menit Bermain Pemain Selasa, 14 Oktober 2025 | 16:57:00 WIB |

PROGRAM Makan Bergizi Gratis adalah program nasional yang dicanangkan langsung Presiden Prabowo, sekaligus realisasi janji kampanye beliau pada saat kontestasi Pilpres 2024 lalu.
Maka pada Februari 2025, pencanangan program nasional MBG menjadi bagian dari 8 (delapan) program Quick Win `Pemerintahan Presiden Prabowo diluncurkan ditengah kekhawatiran dan juga harapan masyarakat.
Berdasarkan Peraturan Presiden No. 83 tahun 2024, sebagai payung hukum program ini menyasar 11 kelompok penerima program makan bergizi gratis ini.
Bahkan tak tanggung-tanggung pada tahun 2025 lalu, ditargetkan program MBG akan menyasar 15-18 juta penerima manfaat.
Sebagaimana diharapkan kehadiran program ini memberikan dampak ekonomis secara meluas bagi masyarakat (multiplier effect) tidak saja bagi pengelola SPPG, namun juga pelaku usaha di sektor bahan pangan.
Faktanya, sejauh ini para pelaku usaha dari kelompok UMKM, sama sekali belum tersentuh sama sekali, sangat dirasakan adanya pengabaian terhadap kehadiran mereka oleh pengelola program ini.
Diamnya Badan Gizi Nasional semakin memperkuat pengabaian ini secara sepihak, sehingga pelaku usaha sektor bahan pangan merasa ditempatkan sebagai penonton di wilayah usahanya sendiri.
Terlebih ketika menyoroti fenomena tertutupnya ruang distribusi pasokan bagi pembudidaya atau petani sektor perikanan lokal.
Sebagaimana diketahui, saat ini para pengelola SPPG cenderung monoton dalam menata menu MBG-nya, dengan mengedepankan komoditas daging ayam dan telur.
Sehingga, dengan kondisi menu yang ada saat ini membuat variasi pasokan bahan pangan menjadi tak bervariasi, hanya sekelompok produsen bahan makanan pokok saja yang tersentuh.
Padahal, sangat disadari jika sasaran penerima program MBG adalah kelompok usia yang membutuhkan konsumsi makanan yang sarat dengan nutrisi dan protein.
Dalam hal ini, kebutuhan tersebut ada pada bahan pokok lainnya seperti ikan yang bisa diperoleh dari pelaku usaha pembudidaya perikanan.
Realitas inilah yang membuat program MBG ini hanya menjadi mimpi yang ditampilkan dalam sebuah seremonial di meja bundar menutup peluang pembudidaya untuk dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sebagai pondasi ekonomi negara.
Hal ini sangat dirasakan masyarakat Riau, tak terbendungnya inflasi karena Harga komoditi ayam yang naik begitu tajam menimbulkan kepanikan konsumen, pasar alami deflasi.
Dapur-dapur MBG berjalan tanpa arah yang jelas, penggunaan daging ayam sebagai menu makanan bergizi tidak diatur alias dibatasi setiap minggunya, padahal masih banyak bahan makanan seperti ikan yang kaya nutrisi tidak masuk dalam menu.
Beberapa survey mengungkapkan, ditemukan jika dapur MBG menetapkan menu ayam dua sampai empat kali dalam seminggu, sebuah pilihan yang sangat ironi, ketika Presiden bicara gizi, sementara pengelola di lapangan malah abai.
Sejauh ini kita mengetahui bahwa pembudidaya ayam potong dan petelur bukanlah bagian dari UMKM atau home industry, hampir seluruh pembudi daya ayam adalah korporasi yang bermodal besar.
Inilah fenomena yang terjadi di lapangan, saat ini pelaku usaha perikanan dari kelompok UMKM hanya bisa jadi penonton saja, tak tersentuh dampak langsung dari kebijakan yang dicanangkan.
Penulis justru melihat dampak positif yang diharapkan dari program ini, justru malah sebaliknya dan menimbulkan inflasi yang tak terbendung lagi.
Dalam hal ini tentunya para pemangku jabatan terkait dengan pengelolaan MBG segera mengantisipasi danmenata kembali menu MBG betul-betul yang bernutrisi dan variatif.
Dan yang terpenting kolaborasi dalam penetapan menu MBG yang berdampak memicu gairah ekonomi kerakyatan menjadi prioritas Utama. Hal ini tentunya mampu mencegah timbulnya inflasi yang disebabkan harga ayam potong.***
Penulis: Arman/Pengamat UMKM
| Karmila Sari: Guru dan Dosen Harus Jadi Prioritas dalam RUU Sisdiknas | Karmila Sari Fokus Pendidikan Wilayah 3T, Bersama Bupati Rohil Usulkan Sekolah Garuda ke Pemerintah Pusat |