
PEKANBARU - "Apakah Tak Boleh Saya Membela Anak Sendiri? Dina itu anak kandung sepupu saya, dan diapun memanggil saya Ayah," sebuah kalimat sederhana meluncur dari lisan seorang Pamen TNI kepada awak media.
Tepatnya di sebuah kedai kopi di pusat kota, Kamis (27/08/2026), tatapan mata putra Dalu-Dalu (Rokan Hulu, red) tersebut tajam menghujam meminta ketegasan jawaban dari Awak Media yang terdiam dengan pertanyaan tersebut.
Jefridin Tambusai, nama lengkap prajurit TNI Angkatan Darat asli Riau yang prestasinya moncer di Satuan Polisi Militer AD, justru mendapat ujian di kampung halamannya sendiri ketika menyelesaikan masalah anak sepupunya yang sudah Yatim.
"Itu yang saya rasakan saat ini, memang secara kedinasan saya pernah berdinas di Detasemen Polisi Militer. Namun, saya tentunya punya keluarga yang wajib saya lindungi dalam kehidupan pribadi saya," jelas Jefridin.
Mantan Danpomdam II Sriwijaya yang saat ini ditugaskan di PT Agrinas Palma Nusantara Wilayah Operasi Riau, menuturkan latar belakang hubungan darahnya dengan seorang pedagang kuliner bernama Dina di pelataran Masjid Agung Annur.
Bermula ketika baru menjabat sebagai Danpomdam II sekitar tahun 2024, Dina - anak sepupunya yang kebetulan juga bernama Jefri, mulai mengadukan adanya perlakuan sejumlah oknum tak dikenal yang selalu menganggu kegiatannya berjualan kuliner.
"Menyadari posisi saya yang cukup jauh dari Dina saat itu, saya berupaya mengkomunikasikan persoalan tersebut dengan kawan dan keluarga, untuk mencarikan solusi dengan pihak yang diduga menggunakan segala cara mengusik Dina di tempatnya berjualan," jelas Jefridin Tambusai, nama lengkapnya.
Komunikasi dan upaya tersebut pun mengalami pasang surut, seiring dengan situasi kebijakan pemerintah Kota Pekanbaru terhadap lokasi lapak kuliner di areal tersebut.
Begitu memasuki Pekanbaru, intensitas tekanan yang dialami Dina justru semakin meningkat, bahkan perlakuan terhadap Dina mulai mengisi laman media social dengan beragam topik, yang intinya merendahkan perempuan yang sehari-hari memanggil 'Ayah' pada Jefridin.
"Memang beberapa waktu lalu, saya berinisiatif memanggil saudara Romi dan Ronal, untuk menyelesaikan persoalan antara mereka dengan anak saya Dina di Ronggo," jelas Jefridin.
Pada saat itu, Ronal dan Romi secara gentle menyampaikan permohonan maaf dan islah dengan Jefridin yang mewakili anaknya Dina, walau secara batin dirinya belum bisa menerima perlakuan oknum tersebut kepada anaknya Dina, namun demi kebaikan bersama..
Sembari membagikan video dan rekaman suara Dina ketika diperlakukan tidak pantas oleh oknum-oknum kepada awak media, Jefridin kembali menegaskan, bahwa Dina adalah anaknya dan hanya ingin melindungi anaknya tersebut.
Selang beberapa waktu, tayanglah pemberitaan tentang aksi intimidatif berupa ancaman penculikan hingga pungutan yang dlakukan oknum POMAD di wilayah pasa kuliner Masjid Agung Annur, dan menyeret dirinya sebagai anggota TNI dan staf khusus PT Agrinas.
"Tanpa konfirmasi, tahu-tahu saya sudah masuk pemberitaan media online, yang menghakimi saya sebagai prajurit mengintimidasi masyarakat sipil, dengan alasan yang sangat tak masuk akal," ujar Jefridin masgul.
Pada kesempatan pertemuan dengan awak media, Jefridin Tambusai membantah dirinya telah melakukan perbuatan sebagaimana diberitakan di laman media online tersebut.

"Banyak saksi ketika itu, yang berhadapan saat itu adalah saya pribadi tanpa membawa embel-embel kedinasan dengan adik-adik saya sendiri yang berselisih paham dengan anak saya Dina," tegasnya.
Sebagai seorang putera Dalu-Dalu, Jefridin Tambusai tak dapat menutupi rasa kecewanya terhadap sikap media yang menghujatnya dengan sangat dingin.
"Saya dirugikan tidak hanya secara pribadi, secara kedinasan pun saya sangat dirugikan, dan tadi saya sudah berkonsultasi dengan kawan-kawan PWI dan Dewan Pers untuk mempersiapkan langkah selanjtnya," ungkapnya lugas.
Hanya satu pertanyaan yang sampai akhir pertemuan tersebut masih mengganjal di fikirannya Jefridin. Apakah seorang prajurit TNI tak diperbolehkan membela hak keluarganya? Apakah jika prajurit membela keluarganya, maka media bebas untuk menjadikannya sebagai pelanggar HAM terhadap warga sipil.
Tak Ada Keterlibatan PM
Secara terpisah, Kasi Lidpam Pomdam XIX dengan tegas membantah keterlibatan PM dalam pungutan liar di lapak pedagang sebagaimana dituduhkan pihak media yang sama.
"Pungutan liar yang dituduhkan media tersebut tidak benar," tegas Kasi Lidpam Pomdam XIX TT melalui pesan singkat.***
BKPRMI Riau Jajaki Kerjasama Strategis dengan BAZNAS Provinsi Riau dalam Penguatan Peran Pejuang Dakwah Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:41:06 WIB |
Operasi Modifikasi Cuaca di Riau Buahkan Hasil, Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:00:00 WIB |
Jefridin: Apakah Tak Boleh Saya Membela Anak Sendiri? Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:56:00 WIB |
Kerahkan Helikopter Caracal, Lanud Rsn Pantau Titik Api Karhutla di Riau Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:00:00 WIB |
Lanud Roesmin Nurjadin Gencarkan Pemadaman Karhutla, OMC Malam Hari Buahkan Hasil Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:00:00 WIB |
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Gerak Cepat Salurkan Bantuan Penanggulangan Asap di Kerumutan, Pelalawan Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:12:57 WIB |
Danlanud Rsn Tekankan Sinergi dan Safety dalam Penanganan Karhutla di Riau Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:00:00 WIB |
Relawan Aksi Peduli Riau Membagikan Ribuan Masker di Titik Nol Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:35:45 WIB |
Buka Pelatihan UMKM, Anggota DPR RI Dapil Riau Karmila Sari Tekankan Pentingnya Kemasan dan Legalitas Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:01:38 WIB |
BKPRMI Riau Jajaki Kerjasama Strategis dengan BAZNAS Provinsi Riau dalam Penguatan Peran Pejuang Dakwah Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:41:06 WIB |
Jefridin: Apakah Tak Boleh Saya Membela Anak Sendiri? Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:56:00 WIB |
Buka Pelatihan UMKM, Anggota DPR RI Dapil Riau Karmila Sari Tekankan Pentingnya Kemasan dan Legalitas Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:01:38 WIB |
DPW BKPRMI Riau Apresiasi Kebijakan Pemko Pekanbaru Perkuat Pendidikan Agama Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30:00 WIB |
Sahabat Lingkungan Hidup Riau Jadi Mitra Strategis Menteri LH, Siap Perkuat Kolaborasi Jaga Bumi Jumat, 21 Agustus 2026 | 07:18:46 WIB |
DPW BKPRMI Riau Apresiasi Kebijakan Pemko Pekanbaru Perkuat Pendidikan Agama Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30:00 WIB |
DPP BKPRMI Buka Seleksi BKPRMI Award 2026 Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:00:00 WIB |
Belanja maksimal 17 Liter, Dapatkan Diskon Rp450 per Liter di SPBU, Minimal Transaksi Rp17.000 Senin, 17 Agustus 2026 | 10:55:58 WIB |
Giliran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Hadiahi Empat Penghargaan Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:41:10 WIB |
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Apresiasi Pelanggan Setia MyPertamina Lewat Aktivasi Menarik di SPBU Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:37:18 WIB |
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Hadirkan Promo Bright Gas Semarak Merdeka Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:00:00 WIB |
Patra Niaga Sumbagut Pastikan Kondisi SPBU Pelalawan Terkendali dan Pelayanan BBM Tetap Terjaga di SPBU Sekitar Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:10:04 WIB |
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Semarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia Melalui MyPertamina Berbagi Hadiah Kemerdekaan di 24 SPBU Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:09:55 WIB |
Patra Niaga Sumbagut Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat Terdampak Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:00:00 WIB |
Jaring Aspirasi Warga RW 11, Hamdani Diminta Perjuangkan Pencegahan Banjir di Jalan Puyuh Mas Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:38:43 WIB |
Remaja Bernegara NasDem 2026 Dibuka, Latih Jiwa Kepemimpinan Generasi Muda Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:32:00 WIB |
Membludak! 389 Remaja Daftarkan Diri Ikut Remaja Bernegara Provinsi Riau, 6 Dari Luar Riau. Rabu, 11 Februari 2026 | 05:57:02 WIB |
Ahmad Doli Kurnia Figur Tepat Menjadi PLT Ketua DPD I Partai Golkar Riau Senin, 3 November 2025 | 13:31:11 WIB |
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Gerak Cepat Salurkan Bantuan Penanggulangan Asap di Kerumutan, Pelalawan Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:12:57 WIB |
Belanja maksimal 17 Liter, Dapatkan Diskon Rp450 per Liter di SPBU, Minimal Transaksi Rp17.000 Senin, 17 Agustus 2026 | 10:55:58 WIB |
Giliran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Hadiahi Empat Penghargaan Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:41:10 WIB |
Marwas: Suruh Aja Orang Agrinas Tu Panggil CV Tiga Bintang Sinergi Jumat, 13 Maret 2026 | 15:20:25 WIB |
Ketika di Klarifikasi, Pimpinan BRI Yang Bersangkutan Justru Telah Dimutasi ke Wilayah Lain Selasa, 3 Maret 2026 | 13:57:09 WIB |
Pengucuran Kredit Bank BRI Ke Kelompok Tani di Pelalawan Sarat Kejanggalan Selasa, 24 Februari 2026 | 11:43:44 WIB |
PKS PAS Sitaan Satgas PKH Dijual, APHI Desak Kejagung Usut dan Tangkap Djohor Judin Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:31:52 WIB |
Operasi Modifikasi Cuaca di Riau Buahkan Hasil, Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:00:00 WIB |
Kerahkan Helikopter Caracal, Lanud Rsn Pantau Titik Api Karhutla di Riau Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:00:00 WIB |
Lanud Roesmin Nurjadin Gencarkan Pemadaman Karhutla, OMC Malam Hari Buahkan Hasil Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:00:00 WIB |
Danlanud Rsn Tekankan Sinergi dan Safety dalam Penanganan Karhutla di Riau Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:00:00 WIB |
Enam Unit F-35 Lightning II RAAF Perkuat Elang Ausindo 2025 di Lanud Roesmin Nurjadin Kamis, 21 Agustus 2025 | 10:45:44 WIB |
16.000 Warga Palestina Jadi Korban, WHO Tegaskan Kondisi di Gaza Semakin Memburuk Setiap Jamnya Rabu, 6 Desember 2023 | 10:26:13 WIB |
Tolak Hamas Berkuasa di Gaza, Wakil Presiden Amerika Kritisi Banyaknya Warga Palestina Yang Tewas Senin, 4 Desember 2023 | 09:44:39 WIB |
Israel dan Hamas Perpanjang Gencatan Senjata Kamis, 30 November 2023 | 13:41:36 WIB |
Batalkan Musorprov, KONI Pusat Perpanjang Masa Jabatan Pengurus KONI Riau hingga September 2026 Selasa, 17 Maret 2026 | 14:04:01 WIB |
Tiga Anggota TPP Labrak Aturan dan Arahan KONI Pusat, Fahmi: Tindakan Mereka Ilegal!!! Kamis, 26 Februari 2026 | 14:05:07 WIB |
Kantongi Dukungan Tiga KONI, Rahmad Aidil Fitra - Ketua Umum HAPKIDO Riau Siap Pimpin KONI Riau Senin, 15 Desember 2025 | 08:50:20 WIB |
Tampil Tanpa Target, SSB All Stars U13 Tambah Menit Bermain Pemain Selasa, 14 Oktober 2025 | 16:57:00 WIB |

PEKANBARU - "Apakah Tak Boleh Saya Membela Anak Sendiri? Dina itu anak kandung sepupu saya, dan diapun memanggil saya Ayah," sebuah kalimat sederhana meluncur dari lisan seorang Pamen TNI kepada awak media.
Tepatnya di sebuah kedai kopi di pusat kota, Kamis (27/08/2026), tatapan mata putra Dalu-Dalu (Rokan Hulu, red) tersebut tajam menghujam meminta ketegasan jawaban dari Awak Media yang terdiam dengan pertanyaan tersebut.
Jefridin Tambusai, nama lengkap prajurit TNI Angkatan Darat asli Riau yang prestasinya moncer di Satuan Polisi Militer AD, justru mendapat ujian di kampung halamannya sendiri ketika menyelesaikan masalah anak sepupunya yang sudah Yatim.
"Itu yang saya rasakan saat ini, memang secara kedinasan saya pernah berdinas di Detasemen Polisi Militer. Namun, saya tentunya punya keluarga yang wajib saya lindungi dalam kehidupan pribadi saya," jelas Jefridin.
Mantan Danpomdam II Sriwijaya yang saat ini ditugaskan di PT Agrinas Palma Nusantara Wilayah Operasi Riau, menuturkan latar belakang hubungan darahnya dengan seorang pedagang kuliner bernama Dina di pelataran Masjid Agung Annur.
Bermula ketika baru menjabat sebagai Danpomdam II sekitar tahun 2024, Dina - anak sepupunya yang kebetulan juga bernama Jefri, mulai mengadukan adanya perlakuan sejumlah oknum tak dikenal yang selalu menganggu kegiatannya berjualan kuliner.
"Menyadari posisi saya yang cukup jauh dari Dina saat itu, saya berupaya mengkomunikasikan persoalan tersebut dengan kawan dan keluarga, untuk mencarikan solusi dengan pihak yang diduga menggunakan segala cara mengusik Dina di tempatnya berjualan," jelas Jefridin Tambusai, nama lengkapnya.
Komunikasi dan upaya tersebut pun mengalami pasang surut, seiring dengan situasi kebijakan pemerintah Kota Pekanbaru terhadap lokasi lapak kuliner di areal tersebut.
Begitu memasuki Pekanbaru, intensitas tekanan yang dialami Dina justru semakin meningkat, bahkan perlakuan terhadap Dina mulai mengisi laman media social dengan beragam topik, yang intinya merendahkan perempuan yang sehari-hari memanggil 'Ayah' pada Jefridin.
"Memang beberapa waktu lalu, saya berinisiatif memanggil saudara Romi dan Ronal, untuk menyelesaikan persoalan antara mereka dengan anak saya Dina di Ronggo," jelas Jefridin.
Pada saat itu, Ronal dan Romi secara gentle menyampaikan permohonan maaf dan islah dengan Jefridin yang mewakili anaknya Dina, walau secara batin dirinya belum bisa menerima perlakuan oknum tersebut kepada anaknya Dina, namun demi kebaikan bersama..
Sembari membagikan video dan rekaman suara Dina ketika diperlakukan tidak pantas oleh oknum-oknum kepada awak media, Jefridin kembali menegaskan, bahwa Dina adalah anaknya dan hanya ingin melindungi anaknya tersebut.
Selang beberapa waktu, tayanglah pemberitaan tentang aksi intimidatif berupa ancaman penculikan hingga pungutan yang dlakukan oknum POMAD di wilayah pasa kuliner Masjid Agung Annur, dan menyeret dirinya sebagai anggota TNI dan staf khusus PT Agrinas.
"Tanpa konfirmasi, tahu-tahu saya sudah masuk pemberitaan media online, yang menghakimi saya sebagai prajurit mengintimidasi masyarakat sipil, dengan alasan yang sangat tak masuk akal," ujar Jefridin masgul.
Pada kesempatan pertemuan dengan awak media, Jefridin Tambusai membantah dirinya telah melakukan perbuatan sebagaimana diberitakan di laman media online tersebut.

"Banyak saksi ketika itu, yang berhadapan saat itu adalah saya pribadi tanpa membawa embel-embel kedinasan dengan adik-adik saya sendiri yang berselisih paham dengan anak saya Dina," tegasnya.
Sebagai seorang putera Dalu-Dalu, Jefridin Tambusai tak dapat menutupi rasa kecewanya terhadap sikap media yang menghujatnya dengan sangat dingin.
"Saya dirugikan tidak hanya secara pribadi, secara kedinasan pun saya sangat dirugikan, dan tadi saya sudah berkonsultasi dengan kawan-kawan PWI dan Dewan Pers untuk mempersiapkan langkah selanjtnya," ungkapnya lugas.
Hanya satu pertanyaan yang sampai akhir pertemuan tersebut masih mengganjal di fikirannya Jefridin. Apakah seorang prajurit TNI tak diperbolehkan membela hak keluarganya? Apakah jika prajurit membela keluarganya, maka media bebas untuk menjadikannya sebagai pelanggar HAM terhadap warga sipil.
Tak Ada Keterlibatan PM
Secara terpisah, Kasi Lidpam Pomdam XIX dengan tegas membantah keterlibatan PM dalam pungutan liar di lapak pedagang sebagaimana dituduhkan pihak media yang sama.
"Pungutan liar yang dituduhkan media tersebut tidak benar," tegas Kasi Lidpam Pomdam XIX TT melalui pesan singkat.***
| Karmila Sari: Guru dan Dosen Harus Jadi Prioritas dalam RUU Sisdiknas | Karmila Sari Fokus Pendidikan Wilayah 3T, Bersama Bupati Rohil Usulkan Sekolah Garuda ke Pemerintah Pusat |